![]() |
Inexpose.web.id | SELAYAR--Pada Rabu yang berdenyut riuh oleh suara masyarakat, mereka menutup perjalanan panjang Dandim Cup 2025 dengan kemenangan 2–0 atas Barugaia FC—dua gol yang seolah menjadi bait kemenangan yang ditulis oleh kerja keras, keberanian, dan doa yang tak pernah padam.
Lapangan Pemuda Benteng berubah menjadi samudra manusia.
Puluhan ribu warga Selayar tumpah ruah, menyatu dalam satu irama—irama harapan, irama cinta pada sepak bola yang menyala seperti obor di tengah malam. Final itu bukan hanya pertandingan; ia adalah panggung di mana mimpi, perjuangan, dan tekad menari dalam tensi yang menggugah dada setiap penonton.
Tabang Putra, yang selama beberapa tahun terakhir telah tiga kali merebut mahkota turnamen besar di Kepulauan Selayar, kembali menjulang sebagai simbol konsistensi dan kekuatan. Kemenangan ini bukan sekadar skor, tetapi jejak yang terukir dalam sejarah dan hati masyarakatnya.
Di balik semarak itu, Dandim 1415 Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., menuturkan makna yang lebih dalam.
Beliau menjelaskan bahwa turnamen ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke-80—sebuah perayaan besar yang kembali hidup setelah vakum selama 24 tahun.
Lamanya turnamen, yang berlangsung hampir sebulan penuh, adalah bukti betapa tingginya antusiasme tim-tim yang mendaftar, seakan seluruh Selayar ingin turut mengisi babak-babak ceritanya.
Para juara pun terukir bak syair kemenangan:
- Tabang Putra sebagai Juara Pertama yang berdiri megah di puncak podium,
- Barugaia FC sebagai Juara Kedua yang tampil gagah dan terhormat,
- Benteng Utama FC dan Aroeppala FC sebagai Juara Ketiga bersama, dua nama yang mewarnai harmoni kompetisi tahun ini.
Penghargaan individu turut menambah keindahan kisah:
Dian Pranata dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, Andi Muhammad Fikri menjadi Top Skor yang tajam bak panah yang melesat pasti, dan Dian dari Tabang Putra menjaga gawangnya seperti benteng doa yang kukuh tak tergoyahkan.
Dengan kemenangan ini, Tabang Putra kembali menjadi kebanggaan tanah Selayar, bukan hanya dalam catatan olahraga, tetapi dalam hati masyarakat yang menyaksikan langsung bagaimana semangat, sportivitas, dan persatuan menjelma menjadi cerita yang indah—sebuah sajak yang akan dikenang setiap tahun.



