![]() |
Inexpose.web.id.SELAYAR — Harapan baru akhirnya dirasakan Tutu (60), seorang nelayan tradisional yang tinggal di Pulau Gusung, Desa Kahu-Kahu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Rumah sederhana yang selama puluhan tahun ditempatinya bersama sang istri, Bau Bunga (59), dan anak mereka, Sakina, kini telah direhabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1415/Selayar. Sebelumnya, kondisi rumah panggung milik Tutu tergolong tidak layak huni dengan dinding lapuk, atap bocor, serta akses rumah yang terbatas.
Babinsa Kahu-Kahu, Sertu Riswan, menjelaskan bahwa rehabilitasi rumah tersebut merupakan bagian dari program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dipadukan dengan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Seluruh bagian rumah yang sebelumnya rapuh diperbaiki secara menyeluruh, mulai dari penggantian material kayu yang lapuk, perbaikan atap bocor, pembangunan ulang dapur, hingga pembuatan tangga permanen di bagian depan dan belakang rumah.
Selain memperbaiki struktur bangunan, Satgas TMMD juga melakukan pengecatan ulang rumah dengan perpaduan warna hijau dan putih. Rumah tersebut kini dilengkapi kamar pribadi, fasilitas MCK yang dibangun sekitar lima meter dari rumah panggung, serta penerangan berbasis solar cell sebagai sumber energi alternatif. Program RTLH itu mulai dikerjakan pada Minggu (03/05/2026) dan rampung 100 persen pada Sabtu (09/05/2026).
Dan SSK TMMD 128, Kapten Inf Ramli, mengapresiasi seluruh personel Satgas dan masyarakat yang terlibat dalam proses pengerjaan RTLH tersebut. Menurutnya, pembangunan rumah layak huni itu merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat kurang mampu agar dapat hidup lebih sehat, aman, dan nyaman. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tersebut tidak lepas dari semangat gotong royong antara personel Satgas TMMD dan warga setempat selama proses pengerjaan berlangsung.



