Inexpose.web.id | SELAYAR - Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau, jajaran TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Menghadapi Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Kepulauan Selayar, Jalan R.W. Monginsidi No. 2, Kelurahan Benteng Selatan, Kecamatan Benteng, dimulai pukul 07.45 WITA. Apel dipimpin Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., dan dihadiri Pasi Ops Kodim 1415/Selayar Kapten Inf Khaeruddin Rasyid bersama unsur pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, PMI, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta Polhut.
Kehadiran personel dari berbagai unsur menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla. Selain Polres Kepulauan Selayar dan Kodim 1415/Selayar, apel juga melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, PMI, Basarnas dan Polhut sebagai bagian dari kekuatan terpadu dalam pencegahan serta penanganan bencana kebakaran.
Dalam amanat Kapolda Sulawesi Selatan yang dibacakan Kapolres Kepulauan Selayar, seluruh unsur diminta memperkuat deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan kebakaran. Koordinasi antarinstansi juga harus terus ditingkatkan, disertai patroli, monitoring titik panas serta sosialisasi kepada masyarakat agar membuka dan mengolah lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.
Upaya pencegahan juga diarahkan dengan membangun posko terpadu yang melibatkan TNI, Polri, instansi terkait dan relawan. Jika ditemukan titik api, seluruh unsur diharapkan bergerak cepat melakukan pengecekan dan pemadaman sehingga api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan potensi Karhutla.
Bagi Kodim 1415/Selayar, kesiapsiagaan tersebut akan diperkuat melalui peran Babinsa di wilayah masing-masing. Babinsa diharapkan aktif melakukan pemantauan terhadap wilayah yang rawan, terutama kawasan yang mengalami kekeringan, lahan terbuka dan perkebunan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel dan instansi terkait siap bergerak cepat apabila terjadi Karhutla. Dengan sinergi dan koordinasi yang kuat, potensi kebakaran di wilayah Selayar diharapkan dapat dideteksi sejak dini, dicegah sebelum meluas, serta ditangani secara cepat demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kegiatan berakhir pukul 08.30 WITA dalam keadaan aman dan lancar.



