![]() |
| Sumur bor untuk desa Bontona saluk |
Pengeboran tersebut mencapai kedalaman sesuai estimasi hasil survei geolistrik. Setelah menembus titik kedalaman yang direncanakan, tim melanjutkan pekerjaan dengan membersihkan sisa material pasir dan batu dari lubang sumur untuk memastikan tahapan akhir berjalan optimal.
Sumur bor ini memiliki arti penting bagi masyarakat setempat. Sebanyak 71 jiwa di Dusun Lambongan menjadi penerima manfaat program tersebut. Kehadiran sumber air baru itu diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya di tengah kondisi kemarau saat ini.
Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto, S.T. menegaskan bahwa pembangunan sumur bor merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami ingin pembangunan sumur bor ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Air merupakan kebutuhan utama, sehingga kami mendorong setiap pekerjaan berjalan optimal agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” ujar Dandim.
Sejak memulai pekerjaan pada 16 Juli 2026, personel Kodim 1415/Selayar bersama enam pekerja dan tiga warga terus mengawal proses pembangunan di lokasi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian fasilitas air bersih bagi masyarakat.
Dengan progres yang telah mencapai 96,95 persen, pekerjaan kini tinggal menyelesaikan sejumlah tahapan akhir. Kodim 1415/Selayar terus mengawal proses tersebut agar pembangunan dapat segera rampung dan sumur bor bisa dimanfaatkan warga Dusun Lambongan.
Pembangunan sumur bor ini sekaligus mempertegas komitmen TNI AD untuk hadir di tengah masyarakat melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Dari pengeboran 80 meter, kini tinggal selangkah lagi warga Lambongan mendapatkan sumber air yang lebih mudah dan berkelanjutan.



