![]() |
| (Merawat TMP adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu.) |
Inexpose.web.id | SELAYAR -Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kabupaten Kepulauan Selayar. Bukan hanya lewat persiapan upacara dan berbagai perlombaan, Kodim 1415/Selayar memilih cara berbeda untuk menyambut momentum kemerdekaan dengan mempercantik sejumlah tugu bersejarah hingga Taman Makam Pahlawan (TMP) Barugaiya.
Personel Kodim 1415/Selayar turun langsung melakukan pengecatan ulang sejumlah monumen, di antaranya Tugu AMD, Tugu AMD Manunggal, Tugu Pahlawan Paus Rama Bosa, serta kawasan TMP Barugaiya, Sabtu (8/8/2026). Perubahan tampilan tersebut membuat sejumlah ikon sejarah tampak lebih bersih, rapi dan representatif menjelang perayaan kemerdekaan.
Di balik warna cat yang kembali cerah, tersimpan sejarah panjang tentang perjuangan dan kebersamaan TNI bersama masyarakat. Tugu-tugu peninggalan Program ABRI Masuk Desa (AMD) menjadi pengingat perjalanan pembangunan desa sekaligus cikal bakal lahirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Salah satunya Tugu AMD yang dibangun pada 17–23 Maret 1983 di pertigaan Jalan Bina Karya dan Jalan Dr. Sudiro Husodo, Kelurahan Benteng Selatan. Kemudian Tugu AMD Manunggal ke-20 yang berada di sisi barat Lapangan Pemuda Benteng, tepatnya di sudut Jalan Emmy Saelan, juga mendapat sentuhan baru dari personel Kodim.
Tak luput dari perhatian, Tugu Pahlawan Paus Rama Bosa di kawasan Lapangan Pemuda Benteng turut dipercantik. Monumen tersebut menjadi pengingat perjuangan rakyat Selayar dalam menghadapi penjajahan dan sosok Paus Rama Bosa yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan serta pengibaran Bendera Merah Putih pertama di Bumi Tanadoang.
Komandan Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar mengecat bangunan agar terlihat lebih indah. Menurutnya, merawat monumen sejarah merupakan bagian dari menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan para pendahulu.
“Monumen ini menjadi saksi sejarah kebersamaan TNI dan rakyat dalam membangun desa. Karena itu harus terus dirawat agar nilai-nilai perjuangan, gotong royong, dan nasionalisme tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi muda,” ujar Letkol Czi Yudo.
![]() |
| (Kemudian Tugu AMD Manunggal ke-20 yang berada di sisi barat Lapangan Pemuda Benteng, tepatnya di sudut Jalan Emmy Saelan, juga mendapat sentuhan baru dari personel Kodim.) |
Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada kemeriahan perayaan. Semangat kemerdekaan, kata dia, harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap berbagai peninggalan sejarah yang menjadi identitas daerah.
“Kami ingin HUT Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga diisi dengan aksi nyata merawat simbol perjuangan bangsa. Dengan begitu, masyarakat dapat terus mengingat jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, kawasan TMP Barugaiya juga mendapat perhatian khusus. Personel Kodim melakukan pembersihan sekaligus pengecatan ulang pada bagian pagar, gerbang, dinding hingga lantai halaman makam. Perpaduan warna merah, putih dan hijau membuat kawasan makam tampak lebih bersih dan tertata.
Bagi Kodim 1415/Selayar, merawat TMP bukan sekadar pekerjaan memperindah lingkungan. Tempat tersebut merupakan simbol penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
“Merawat TMP adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Berkat pengorbanan mereka, kita dapat menikmati kemerdekaan hingga saat ini. Semoga tempat ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai tanah air dan mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik,” pungkas Letkol Czi Yudo.
Dengan wajah baru yang lebih bersih dan terawat, tugu-tugu bersejarah serta TMP Barugaiya diharapkan kembali menjadi ruang yang mampu menghidupkan ingatan masyarakat terhadap sejarah perjuangan. Sebab, kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk terus dihargai, dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.




